Asing Buru Saham MYRX
Fund manager asing dikabarkan sedang memburu saham PT Hanson International (MYRX) terkait info keberhasilan perseroan mendapatkan proyek pengadaan tabung gas elpiji 3 kg. Selain itu, kabar Jinchuan menunjuk perseroan untuk menggarap tambang nikel dan tembaga turut mendongkrak harga MYRX ke Rp 500. Pada perdagangan Kamis, MYRX ditutup stagnan di level Rp 220.
DEWA Jadi Target Akuisisi
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) tengah diicar empat perusahaan tambang asing setelah memenangkan kontrak dari PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin. Selain itu, harga DEWA relatif murah dan masih di bawah nilai buku sebesar Rp173 per saham. Due diligence pembelian saham tersebut diawaki Credit Suisse dan BOA Merrill Linch. Pada perdagangan kemarin, saham DEWA ditutup turun 1 poin ke harga Rp114.
Perusahaan Baja Jepang Incar KRAS
Saham PT Krakatau Steel (KRAS) diincar investor asing, sehingga target harga Rp1.350 pun diperkirakan segera tercapai. Saat ini beredar kabar bahwa perusahaan baja terbesar di Jepang ingin membeli sebagian saham yang dimiliki oleh pemerintah melalui tender. Salah satu pelaku pasar “membisikkan” bahwa porsi yang akan dilepas pemerintah sekitar 5%. Hal ini memicu ekspektasi harga KRAS akan segera melonjak. Laba bersih KRAS pada 2010 lalu mencetak angka Rp 1.062 triliun dan sebanyak 98%-nya akan dibagikan sebagai dividen senilai Rp1.051 triliun pada 15 Juli mendatang. Mengenai proyek blast furnace yang ramai dibicarakan sebelumnya, pada akhirnya pihak KRAS berencana mengakuisisi salah satu perusahaan penambang batubara di Kalimantan Selatan untuk memasok kebutuhan batubara yang digunakan. Dana investasi akan didapatkan dari beberapa bank besar, salah satunya adalah Bank Mandiri. Pada perdagangan Kamis (9/6) kemarin, KRAS ditutup di level Rp1.140 atau naik 20 poin (1,79%). Emiten ini diperdagangkan sebesar 52.46 juta lembar saham, senilai Rp58.53 miliar.



0 komentar:
Posting Komentar